Rabu, 21 April 2010

Membaca Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Buku adalah guru yang paling sabar, membaca adalah jendela dunia. Mungkin kata-kata bijak itu pernah kita baca ataupun kita dengar dan tersimpan dalam benak kita sebagai suatu motivasi untuk memahaminya atau malah hanya kata-kata biasa yang terdapat pada buku-buku di perpustakaan atau di toko-toko buku yang tidak berarti apa-apa bagi sebagian orang, baik orang awam, pelajar atau bahkan mahasiswa sebagai intelektual muda yang mereka katakan sebagai agen perubahan (agent of change) dan senantiasa memperjuangkan aspirasi rakyat yang tertindas oleh kekuasaan pemerintahan yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat Indonesia.
Peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) seharusnya dibarengi dengan ketekunan mereka dalam bidang akademik. Banyak anggapan bahwa seorang aktivis mahasiswa tidak perlu terlalu “pintar” dalam bidang akademik,